Menuai tetesan keringat
November 19th, 2009 by admin
Merintis usaha sama sulitnya dengan mempertahankan kesuksesan bisnis bagi sebagian orang. Tidak jarang kendala dan tantangan menguji kesabaran wirausahawan yang baru menapaki jalan menuju tangga kesuksesan.
Beberapa pebisnis tangguh memiliki strategi dalam meraih apa yang diinginkannya. Satu di antaranya adalah Muhammad Syafii Antonio yang bernama asli Nio Cwan Hung.
Konsultan bisnis yang aktif di bidang ekonomi dan keuangan islami ini berhasil. Kini dia memiliki lembaga konsultan dan perguruan tinggi serta aktif menjadi komisaris di berbagai bank.
Tercatat 10 unit usaha dikembangkannya dengan belakangan merambah usaha biro perjalanan dan penerbitan di bawah induk usaha Grup Tazkia. Jam terbang pemimpin Grup Tazkia ini tidak disangsikan dalam dunia bisnis bernapaskan syariah.
Tak heran apabila Bank Indonesia dan bank sentral Malaysia mendaulatnya menjadi penasihat karena kekayaan pengalaman dan ilmu yang dimilikinya. Kunci kesuksesan bagi pria berkacamata ini adalah beberapa hal sederhana.
Di antaranya memacu diri menjadi yang terbaik di bidangnya. Dengan cara demikian dia menghasilkan karya berkualitas. “Commit to quality and success will commit to you,” tegasnya.
Pertama kali yang harus disadari adalah kemampuan dan kemauan berguru kepada pengalaman dan berkaca kepada orang yang sudah sukses di bidang yang sama.
Antonio mencontohkan karibnya yang memutuskan hijrah ke bisnis busana muslim. Usaha tersebut berkembang dalam waktu yang amat singkat.
Faktor utamanya adalah wirausahawan tersebut jeli melihat pasar. Dia melihat produk kerudung memiliki tingkat kedinamisan tinggi. Model kerudung berganti dalam waktu singkat sesuai dengan tren yang ada.
Usahawan tersebut menjadikan kerudung sebagai mesin uang untuk pengembangan usaha selanjutnya yakni ke produk turunannya. Cara pemasaran yang dibuat inovatif merupakan kunci sukses lainnya.
“Dia memakai cara penjualan membership, barang siapa yang sudah membeli diberi kartu diskon. Mahasiswa dan mahasiswi dijadikan agen penjualnya, diberikan barang tanpa uang muka agar leluasa menjual.”
Untuk meraih kesuksesan berwirausaha seseorang dapat saja menjadi karyawan di suatu perusahaan sebelum memutuskan menjadi pengusaha. Antonio mengawalinya lewat jalur itu.
Dia sempat mengabdi selama 4 tahun di Bank Muamalat. Pengalaman tersebut membuatnya memiliki jaringan eksekutif dunia syariah nasional.
Setelah mengumpulkan banyak kartu nama untuk memperkuat database, lalu menabung, usaha pun mulai digerakkannya. Awalnya dia memilih bergabung dengan teman yang punya banyak pengalaman dan jujur di dalam merintis usaha.
“Jadi saya tidak nyemplung ke lautan sendiri, tetapi bergabung dengan teman. Ternyata cara itu lebih mengurangi risiko daripada kita nyemplung sendirian.
Pada saat-saat kritis dia bergulat dengan banyak rintangan dan kendala, tetapi bersyukur dapat dilewati dengan baik. Wirausaha kecil menengah memang dinilainya banyak membutuhkan pendampingan daripada modal besar.
“Untuk dapat merangkai bunga dengan baik dia harus menguasai teknik. Itu butuh kursus yang mahal daripada harga bunganya itu sendiri. Bagaimana cara mengemas dan membuka pasarnya itu juga mahal.”
Dia berharap pemerintah banyak berperan menyediakan fasilitas pendampingan dan memotivasi para usahawan pemula.
Berbekal keuletan
Beberapa sosok ulet yang mampu melecut diri sendiri tanpa memperoleh banyak pendampingan adalah Jerry Aurum. Lajang kelahiran Medan 33 tahun lalu ini memulai kiprahnya sebagai fotografer komersial amatir sejak 1992. Dia memulai dari nol. Kamera pertamanya dibeli dari uang yang dikumpulkan sejak kecil.
Beruntung dia mendapatkan motivasi kuat dari kedua orangtuanya yang mendidiknya dalam pola pikir barat yang melecutnya untuk terus maju berkarya tanpa batas.
Pria yang meluncurkan buku dan pameran bertajuk Femalography pada 2007 ini memulai debut profesionalnya 9 tahun lalu. Merintis usaha dari kamar kos kecil di bilangan Jakarta Barat.
Keahlian yang ditunjang kemampuannya bersosialiasi dan berkomunikasi baik menjadikan Jerry Aurum dipercaya kalangan artis, sosialita, dan pengusaha. Usahanya pun kian berkembang. Kini, namanya disegani di kalangan fotografer komersial.
Proyek yang dikerjakannya beragam. Mulai dari foto iklan untuk produk rokok PT Djarum, Sampoerna Hijau dari PT HM sampoerna Tbk, dan Citra hingga Kecap Bango dari PT Unilever Tbk.
Proyek pertemanan dan sosial juga kerap dilakukannya. Lucunya, bayarannya kadang sekadar makan malam. Baginya pertemanan merupakan wahana jejaring bisnis yang kekal. Hal unik lain yang dimiliki pembicara di banyak seminar wirausaha ini adalah besarnya niat menjalani usahanya secara jujur.
“Selama ini saya tidak pernah mengeluarkan uang di bawah meja untuk memuluskan dapat proyek. Akan tetapi jadinya pekerjaan rumahnya banyak, saya harus memaksa mengembangkan diri agar kami terlalu menarik untuk mereka lewatkan.”
Untuk mempertajam ilmu, profesional ini tidak hanya menerima ajakan mengajar di Institut Teknologi Bandung, Universitas Pelita Harapan dan Bina Nusantara. Menjadi juri di kompetisi foto internasional Garuda Indonesia juga dilakoninya sebagai media pengembangan diri. (noerma.sari@ bisnis.co.id)
Noerma Komalasari
Bisnis Indonesia

This entry was posted on Thursday, November 19th, 2009 at 9:45 am and is filed under Info Wirausaha. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.