Bisnis Nyantai, Pilih Ikan-Ayam
November 19th, 2009 by admin
Meretas bisnis dilakoni pemilik nama lengkap Rusdiana SPdI ini sejak duduk di bangku kuliah. Dari beragam jenis usaha, anak keempat dari lima bersaudara itu memilih berternak ikan dan ayam. Kini, ia tinggal menikmati hasilnya. penampilan Diana, sapaan karib Rusdiana SpdI, demikian sederhana. Mengenakan kerudung biru dipadu busana muslim warna putih, putri pasangan Abdul Jabbar Hsy dan Zainabun itu, terlihat santai saat memberi makan ayam-ayam yang ia ternakkan.
Tak ada kesan sungkan, apalagi malu melakoni pekerjaan tersebut. Padahal, ia punya puluhan karyawan. “Beginilah, Mas. Saya memang harus terjun langsung. Namanya merintis usaha dari nol,” tutur Diana merendah.
Ia menuturkan, terjun ke dunia bisnis peternakan ayam dan ikan sejak setahun yang lalu. Sebelumnya, Diana yang mengaku mewarisi bakat wirausaha dari kedua orang tuanya itu, buka usaha rental komputer, fotokopian, cuci cetak foto dan jual pulsa. “Uangnya dari sana dipergunakan untuk modal awal,” tuturnya kepada Sumatera Ekspres kemarin.
Dengan dorongan orang tua dan dosennya, usaha Diana mulai berkembang. Kini, ia punya dua kolam ikan besar dan lima kolam kecil (di darat) dan empat kerambah yang ada di perairan Sungai Pegayut.
Khusus kolam besar ukurannya 6 x 12 meter. Di darat berisi 3.000 ekor. Sedang kolam kecil ukuran 6 x 10 meter berisi 1.000-an ekor. “Semuanya ikan patin. Sedang yang di kerambah ikan nila dan ikan emas,” cetusnya.
Nah, untuk ikan patin tersebut, dipanen dalam waktu sekitar lima bulan. Saat itu, ikan patinnya mempunyai berat 500-600 gram. Tingkat kematian ikan patin ini kecil, berkisar 2-5 persen. “Untuk yang 3000 ekor, modalnya sekitar Rp10 juta. Keuntungan besar setelah panen bisa 8-9 juta,” tuturnya lagi.
Diana mengaku ia tak repot mencari pangsa pasar untuk menjual ikan hasil panennya. Sudah ada pedagang yang siap membeli ikan-ikannya. Begitu juga ikan di kerambah dalam satu kerambah berukuran 2,5 x 4 meter itu berisi sekitar 1.000 ekor. Dengan tingkat kematian sekitar 10 persen, nila dan ikan emasnya bisa mendatangkan keuntungan bersih sekitar Rp3 jutaan.
Di samping usaha ikan, Diana yang kelahiran Pegayut 23 Juni 1985 itu, nyambi berternak ayam potong. Ia memiliki sebuah kandang berukuran 10 m x 50 m. Saat ini, ada sekitar 1.500 ekor anak ayam yang dipeliharanya. Dalam waktu 40 hari, ayam tersebut siap panen dan dijual kepada mitra bisnisnya. Sifat ternak ayam yang dilakoninya, ia hanya menyiapkan lokasi dan kandang.
“Ayam dan pakannya semua dari mitra. Nanti, saat panen tinggal dipotong dengan biaya bibit ayam dan pakan. Untung bersihnya berkisar Rp4-5 jutaan,” imbuhnya. Menekuni usaha ini bukan tanpa risiko. “Bisnis ini sih santai mas. Tapi, saat ayam atau ikan banyak mati, pusing juga,” selorohnya. Ketika ditanya keinginannya setamat kuliah dari IAIN Raden Fatah, Diana mengaku sedang fokus memantapkan usahanya di bidang ternak ikan dan ayam dulu. “Belum memikirkan kerja lain. Fokus dulu pada usaha. Nanti, kalau sudah mantap baru mikir kemana lagi,” tandasnya. (46)

This entry was posted on Thursday, November 19th, 2009 at 9:44 am and is filed under Info Wirausaha. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.